Senin, 06 Mei 2019

Solo Touring Jakarta-Dieng-Pangandaran

1-3 May 2019


Well, para pemirsa sekalian, setelah vakum 5 bulan dari aktivitas touring, akhrinya ane dapat kesempatan untuk menikmati keindahan alam dengan bertouring ria.

Kali ini ane menetapkan tujuan touring ke Dieng dan Pangandaran. Mengapa? Ane sudah pernah berkunjung ke Dieng tapi naik mobil bareng2 sodara. Waktu itu ane berpikir untuk kembali ke Dieng dengan solo touring motor. Sementara Pangandaran ga ada yg spesial, dulu waktu touring ke Green Canyon udah pernah lewat. Dan jaman dahulu kala ane udah pernah kesini bareng2 teman kuliah.

Chasing the Sun

Kali ini ane menamai perjalanan ane dengan perjalanan memburu matahari. Karena sebagian besar aktivitas ane adalah melihat sunrise dan sunset. Rencana ane di Dieng cuma mau liat Kawah Sileri dan sunrise di Gardu Pandang Tieng. Sementara di Pangandaran acaranya cuma lihat sunset di Pantai barat dan sunrise di Pantai Timur.
Ok Brada let's go.

Berangkat 1 May 2019

Rute umum dari Jakarta ke Dieng adalah via Cirebon-Purwokerto-Wonosobo-Dieng dengan jarak tempuh 500km. Tapi penurut website ini, terdapat 3 jalur dari Pekaongan (Pantura) ke Dieng yaitu:
1. Via Petungkriyono, jalannya rusak
2. Via Kajen, jalur utama, jalan mulus tapi ramai kendaraan. Jaraknya kira2 460km dari Jakarta
3. Via Bandar, jalan sebagian kecil rusak, sepi dan pemandangan bagus. Jaraknya 440km dari Jakarta

Via Wonosobo ane coret, karena sudah pernah lewat, lagian pulangnya lewat situ.
Ane mengikuti rekomendasi pemilik blog yaitu lewat Bandar. Jalur Yang di tempuh adalah sebagai berikut:
- Warung Asem (Batang)
- Wonotunggal (Batang)
- Kembang Langit (Bandar)
- Kradengan (Sikesut)
- Batur
- Dieng

Atau bisa dilihat di Peta berikut:
Rute Berangkat Jakarta - Pangandaran via Bandar
Malam sebelum barangkat ane isi bensim Marbella (Pulsar 220F merah ane) premium 60rb (9,16L) dan beli Roti buat bekal 14rb.
Ane berangkat Pukuil 05:15 dan diharapkan pukul 17:15 sudah sampai di home stay. Google map tertera waktu tempuh 9 jam 15 menit. Tapi ane ga percaya. Ane sengaja berangkat pada hari buruh 1 Mei. Dan terbukti keputusan ane sangat tepat. Jalanan sangat lengang karena libur.
Tidak ada yang istimewa dari perjalanan berangkat, seperti biasa jalan Pantura mulus sebagain tambalan.
180km dari rumah, sebelum kota Cirebon ane mampir ke Alfamart untuk beli minum aqua 5rb dan makan bekel roti, sekitar 15 menit.
Jam 1 siang ane mampir untuk makan siang soto comal + es teh manis sebelum Pekalongan. Kenikmatan ini cukup dibayar dengan 17rb saja.
Maju sedikit sebelum belok ke kanan dari pantura ane isi bensin Rp. 50rb (Pertalite 6.54L). Mau nyari premium sekarang susah di daerah.
Belok ke kanan jalan masih mulus, sebagian beton bergelombang dengan seidkit jalan rusak (tapi tidak berlubang). Pemandangannya memang ajib, Ga rugi lewat sini.

Makan Siang Soto Comal Pekalongan

Dieng

Sampai di Dieng jam 15:50. Lebih cepat dari perkiraan ane. Total jarak on spedo adalah 455km. (di Google 440km) Maklumlah semua spedo komersial pasti agak lebay.
Dieng yang ane kunjungi 2016 masih sama dengan Dieng 2019. Hawanya yang sangat dingin dan suasananya yang agak kumuh masih kental terasa. Cuma sekarang banyak juru parkir liar.
Buat yang belum pernah ke sini, Dieng merupakan tujuan wisata yang sangat indah meskipun kita tidak masuk ke dalam obyek2 wista yang terdapat disini, lingkungan sekitar sudah menyuguhkan pemandangan yang sangat indah dan jarang terdapat di tempat lain.
Rencananya ane mau ke Kawah Sileri, karena searah dengan Home stay ane. Tapi berhubung ane sudah capai ane ke Homestay dulu. Checkin, unpack barang dan golak-golek bentar.
Karena sudah sore ane memutuskan ke Telaga Warna trus ke Candi Arjuna. Disana pasti enak duduk2 ditemani angin semilir dan pemandangan ajiib. Masuk ke Telaga Warna bayar karcis Rp. 15rb. Padahal dulu 2016 5rb. Naik 200% mas bro. Pemandangannya masih keren seperti dulu, hanya serkarang ditambah platform2 untuk foto2. Bagus sih.
Exit dari Telaga Warna, ke Candi Arjuna ternyata sudah hampir tutup. Batal deh.
Berikut penampakannya:
Marbella di Landmark Dieng

Loket Telaga Warna Dieng
Indahnya Telaga Warna, Dieng


Banyak bunga2 beraneka warna di Telaga Warna, Dieng
Platform untuk foto2 di Telaga warna Dieng
Indahnya Telaga Warna, Dieng
Indahnya Telaga Warna, Dieng

Kuliner Dieng

Sebelum ane maem malam, ane puter2 Dieng dulu sekedar JJS. Untuk makanan, sebenarnya ada beberapa makanan khas Dieng, seperti Purwaceng dan Carica. Tapi behubung kurang sesuai selera maka ane memutuskan untuk makan Mie Ongklok versi Cafe. Tempatnya agak nyempil, masuk ke jalan samping jalan utama. Tapi ternyata mienya enak. Lain dari mie ongklok biasa, bumbu kuahnya kental seperti pakai kanji/maizena. Pokoknya maknyoss dah. Harganya cukup murah 18rb plus Parkir 2 rb.

Landskap Cantik Dieng
Landskap Cantik Dieng
Landskap Cantik Dieng
Marbella OTW Dieng
Landskap Cantik Dieng
Mie Ongklok Cafe di Dieng
Cafe Lupa namanya di Dieng

Sunrise di Gardu Pandang Tieng

Balik ke homestay, mandi dan browsing bentar trus tidur. Jangan lupa Dieng adalah tempat yang sangat dingin. Kayak tinggal dalam kulkas besar gan. Ane tidur dengan kostum lengkap: kupluk, masker, jaket 2 lapis, celana, kaus kali dan selimut tebal dari Homestay. Mandi juga menjadi kegiatan horor yang menakutkan, lebih menakutkan dari ice bucket challenge.
Gardu Pandang Tieng terletak 6 km dari Dieng, ke arah Wonosobo, jadi searah dengan tujuan ane berikutnya yaitu Pangandaran. Ane Bangun jam 4:20, beres2 dan berangkat check out jam 05:05 pagi. Sampai di sana sangat pas karena sudah mulai kelihatan rona merah di langit timur.
Sudah bayak orang berkumpul untuk menyaksikan sunrise disini. Ada 2 bis 3/4 dan beberapa motor.
Memang tempatnya sangat pas sekali untuk melihat sunrise.
Sunrise di Gardu Pandang Tieng, Kamera Redmi Note 4X
Sunrise di Gardu Pandang Tieng, Kamera Fujitsu 
Sunrise di Gardu Pandang Tieng, Kamera Fujitsu 
Landskap dari Gardu Pandang Tieng
Landskap dari Gardu Pandang Tieng

OTW Pangandaran

Dari Gardu Tieng jam 07:00 ane langsung berangkat ke Pangandaran. Rata2 jalan cukup mulus dan bagus. Jaraknya sekitar 210km dan waktu tempuh 5 jam 10 menit menurut Google.
Rute Touring Motor Dieng-Pangandaran
Di tengah jalan ane berhenti 2x sekali untuk sarapan lontong sate di emperan 8rb dan beli kue basah 8rb. Sekali lagi buat beli jus alpukat 5rb di luar kota Purwokerto.
Perjalanan sangat lancar dan ane sempat mengabadikan km 10.000 dari Marbella. Yap Pulsar 220F tahun 2012 ini baru mengelinding sejauh 10k km saja,
Marbella 10.000 km 
Rute ini sangat bagus, pemandangannya pun ga membosankan. Akhirnya ane tiba di Pangandaran jam 12 kurang sedikit. Kecepetan boo. Jadwal ane sampai di Pangandaran jam 2-3 siang. Ane istirahat di Indomaret beli minum sambil makan bekal kue basah yang beli di Wonosobo. Nikmat juga istirahatnya.
Selesai Istirahat ane ke gerbang Pangandaran buat sesi foto2. Trus Check in di penginapan. Lalu bobo siang bentar. Sepintas ada keinginan untuk ke cagar alam Pangandaran. Tapi berhubung kurang menarik ane mengurungkan niat ane.
Salah satu View Jalan ke Pangandaran
Marbela di Gerbang Masuk Pangandaran
Marbella di Patung Ikan Cucut Pangandaran
Di Jalan Utama Pangandaran Masih terdapat Sawah

Pangandaran Sunset vs Sunrise

Penginapan ane jaraknya cuma 5 menit jalan kaki dari Pantai Barat dan 8 menit jalan kaki dari Pantai Timur Pangandaran. Perlu diketahui bahwa Pantai timur tidak bisa untuk berenang karena pantainya yang curam. Sementara Pantai barat terdapat pantai landai yang sangat panjang dan luas, sehingga banyak orang bernang dan bermain di pantai ini.
Sunset yang ane dapat di pantai barat ini kurang bagus karena tertutup awan, tapi sunrise di pantai timur cukup bagus. Rupanya banyak juga orang yg datang ke pantai timur untuk melihat sunrise. Tapi dari Dieng sampai Pangandaran, ane sama sekali tidak menemui turis asing. Mungkin destinasi ini memang kurang populer di mata turis mancanegara.
Suasana Pantai Barat Pangandaran di Sore Hari 
Suasana Pantai Barat Pangandaran di Sore Hari 
Sunset di Pantai Barat Pangandaran
Sunset di Pantai Barat Pangandaran
Sunset di Pantai Barat Pangandaran
Sunset di Pantai Barat Pangandaran

Sunrise

Sunrise di Pantai Timur Pangandaran
Sunrise di Pantai Timur Pangandaran
Sunrise di Pantai Timur Pangandaran
Sunrise di Pantai Timur Pangandaran

Sebelum pulang ke homestay ane coba makan malam di RM Karya Bahari 3 dekat pasar ikan. Hasilnya sungguh mengenaskan para pemirsa. Nasi + Sayur kangkung + Cumi kecil 1/3 kg totalnya 71 rb. Rasanya biasa aja, tempatnya juga biasa aja. Liat aja taplaknya plastik. Pokoknya ga ada yang spesial. Nyesek ane. Kapok dah makan di restoran tempat wisata.
TKP Dinner Kelabu

71 ribu Bikin Nyesek


Back To Jakarta

Rute Pulang Pangandaran-Jakarta

Tidak ada yang istimewa dalam perjalanan pulang, ane berangkat jam 8 pagi dan tiba jam 9 malam. 13 Jam karena macet panjang di Tasikmalaya, Bandung dan Padalarang. Juga jalan rusak di Cariu-Jonggol-Cileungsi. Jalur ini semakin lama semakin parah rusaknya dan ga recommended untuk dilalui, apalagi malam hari. Lebih baik lewat puncak kalau mau ke arah selatan.

Kesimpulan 

Kegiatan touring kali ini ke DIeng dan Pangandaran cukup memuaskan, walaupun tidak maksimal. Khusus untuk Pangandaran tempatnya kurang bersih dan bising, karena banyak motor2 lalu lalang dengan knalpot racing membuat kurang nyaman untuk istirahat.

Berikut rincian touring ane:
1. Jarak tempuh total 1067 km on spedo
2. Jarak Jakarta-Dieng 455 km on spedo
3. Jarak Dieng-Pangandaran 228 km on spedo
4. Jarak Pangandaran-Jakarta 364 km on spedo

Biaya yang dikeluarkan
1. Penginapan 250rb + 150rb  = 400 rb
2. Bensin 60 rb + 50 rb + 70 rb + 20rb = 210 rb (27 Liter campur Premium + Pertalite)
3. Makan dan Minum: 14+5+17+18+10+5+8+8+5+5+71k+18+5+10+12+2 = 213rb
4. Tiket masuk, parkir  dll 15+3+2+2 = 22rb

Grand Total: 845 ribu saja.

Nod bad for such an amazing journey.


Jumat, 30 November 2018

Solo Touring Jakarta - Garut (Talaga Bodas - Darajat Pass)

28-29 November 2018

Hallo para penggemar touring sekalian, setelah Touring Ke Green Canyon - Batu Karas, Cijulang  yang sangat mengesankan pada July 2018. Kali ini ane berangkat lagi untuk memenuhi kerinduan ane melihat keindahan alam. Kali ini sasarannya tetap Jawa Barat yaitu Talaga Bodas dan Darajat Pass. Jawa Barat memang mantap pemandangannya.
Talaga Bodas, Garut

Persiapan 

Persiapannya kali ini biasa aja. Googling rute, ternyata katanya jalan masuk ke Talaga Bodas rusak parah. Ane siapkan mental aja gan, jadi ga ngarep perjalanan bisa mulus. Kalau Darajat Pass relatif mulus dan buka 24 jam. Tiket masuk Talaga Bodas murah tapi ke Darajat Pass 30 rebay
Rencana Ane cuma nginep sehari saja di tengah kota Garut, karena posisinya yang ditengah Talaga Bodas dan Darajat Pass. Pulang juga lebih dekat.
Cari-cari hotel dapatlah Hotel Tiara Rex dengah harga diskon 205 ribu. Murah gan untuk kelas bintang 2. Ternyata semenjak 2017 Agoda menyediakan pembayaran via ATM bersama, Alfamart dan Indomaret. Tapi pembelian harus lewat website. Kalau di aplikasi ga ada opsinya.
Marbella, Pulsar merah 220F ane, sudah dicek oli, ban, rem, rantai dll. Bensin juga sudah disi full sampai setengah leher tangki (ga sampe ke bibir tangki).

Berangkat 28 November 2018

Ane Jalan jam 05:10 Subuh, pas mau berangkat ane booking via Agoda.com trus bayar di Indomaret deket rumah. Ternyata gampang banget gan, dipandu kasir.
Berikut rute yang ane gunakan untuk berangkat:
Rute Touring Jakarta Garut (Talaga Bodas)
Hati-hati jika menggunakan google map untuk ke Talaga Bodas, jika agan mengetik "Talaga Bodas" maka aga akan disasarin lewat jalan Raya Pangatikan/Sukawening. Jalan yang benar adalah dari Alun-alun Wanaraja masuk ke Jalan Talaga Bodas. Untuk search google  gunakan keywords berikut ini:
1. Alun-alun Wanaraja, Garut atau lebih akurat
2. Vehicle Parking Area Talaga Bodas.

Cuaca waktu berangkat rata-rata mendung dengan gerimis memasuki wilayah Garut. Lalu-lintas lumayan sepi sampai Padalarang. Bandung ramai Lancar, Dari Cileunyi ke alun-alun Wanaraja lancar jaya gan. Kondisi jalan seperti biasa dari Cileungsi sampai Cikalong Kulon penuh dengan tambalan dan bergelombang, harus hati-hati disini. Dari Ciranjang sampai Garut jalan relatif bagus gan.
Jam 0845 mampir di Indomaret Rajawali Bandung beli minum Rp. 7200 (Kopi Botol + Aqua) sekalian istirahat 30 menit sambil iseng-iseng ngobrol sama pengemudi Ojol Bandung.
Jam 1045 Perut mulai nyanyi-nyanyi, melipirlah ane di Rancaekek/Cicalengka (sebelum Nagrek) makan bakso malang 5 ribu semangkok ane pesen dua sama gorengan total 11rb sajah. Mantaaaap.
Sesampainya di pertigaan Jalan Raya Wanaraja ane belok kekiri mengikuti Google Map ke Jalan Raja Pangatikan sejauh kurang lebih 4 km. Karena jalannya mencurigakan, ane melipir untuk tanya sama penduduk lokal. Ternyata ane salah, harusnya masukya lewat Alun-alun Wanaraja. Puter balik ane gan 4 km.
Sesampainya di Alun-alun Wanaraja ane belok kekiri ke jalan Talaga Bodas. Jalannya sempit hanya muat 1 mobil dan 1 motor. Jalannya naik terus gan tapi ga curam. Jarak dari Alun-alun Wanaraja ke loket masuk Talaga Bodas masih 13.7 km gan, ane ngukur pake odometer, jadi agan harus siap mental. jangan seperti ane yang nyangkain udah dekat (masih 30-40 menit lagi). Setelah riding 30 menitan , sampailah ane di jalan yang rusak, untungnya jalannya ga banyak lubangnya, cuma rusak aja dan ada jalan lumpur sedikit. Jalan rusak ini kira2 2,2 km sebelum loket.
Biar gambar yang bicara gan.
Jalan ke Talaga Bodas Awalnya
Jalan ke Talaga Bodas Rusak 2,2 km Terakhir

Akhirnya Sampai juga di Gerbang Masuk Talaga Bodas

Talaga Bodas

Sampe Loket langsung bayar tiket masuk dan parkir Rp. 12000. Rinciannya ane ga merhatiin, tapi dari hasil browsing emang segitu sih. Lanjut masuk ke area, banyak warung-warung dan ada musholla. Yang ga ada sinyal Telkomsel dan Tri, hilang semua gan. di Gerbang masuk banyak tukang ojek menunggu penumpang. Sampai bibir kawah dari loket hanya berjarak 850 meter, tapi motor dan mobil pengunjung dilarang masuk. Hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki atau naik ojek dengan tarif 10 ribu. Ane pilih yang terakhir gan. 
Kang ojeknya masih muda, kita lewat jalan jelek menuju lokasi, tapi kan ojeknya ngusulin untuk melihat air terjun dulu, ane setuju. Jadinya kita lewatin dulu kawahnya dan langsung menuju air terjunnya. Lumayan walaupun tingginya cuma 2,5 meter,
Balik lagi ke kawah untuk sesi foto-foto. Ane cuma sebentar di kawah, balik ke loket ane kasih tips ke kang ojek yang baik hati, ramah dan tidak sombong.
Sampai ke loket, ane nyemplak Marbella lewat jalan rusak lagi. Di tengah jalan ada bukit yang seperti piramid, mampir poto-poto dulu. Selepas Alun-alun Wanaraja, jalan kembali bagus sampai di Hotel.
Loket Masuk dan harga Tiket Masuk Talaga Bodas

Bedeng-bedeng Warung di Talaga Bodas, Kumuh
Mushola di Talaga Bodas
Jalan Naik Ke Kawah Talaga Bodas, di Portal
Jalan Menuju Ke Kawah Talaga Bodas

Jalan Menuju ke Kawah Talaga Bodas
Jalan menuju Air Terjun Talaga Bodas

Kalau Mau ke Air Terjun Harus Lewat Sini Gan
Air Terjun Talaga Bodas

View ke Kawah dari Air Terjun Talaga Bodas
Pemandian Air Panas di Talaga Bodas, Gratis
Pertunjukan Utama, Kawah Talaga Bodas

View ke Kiri Kawah Talaga Bodas

View ke Kanan Kawah Talaga Bodas
Asyiknya ada Gardu Pandang Talaga Bodas
Kawah Talaga Bodas

Kawah Talaga Bodas
Gunung Piramida Talaga Bodas, Garut

Review Hotel Tiara Rex

Hotel Tiara Rex Tujuan ane "cuma" berjarak 25-27 km dari Talaga Bodas.
Jam 1500 ane sampai di Hotel. Hotelnya pas banget di seberang Fave Hotel Garut. Satu lokasi (gerbang masuknya sama) dengan Radio Reka Kharisma Swara. Posisinya di belakang kantor Radio. Masuk halaman bersih ga ada sampah, lobbynya juga apik. Konfirmasi ke resepsionis ramah dan cepat. Ga sampe 5 menit ane udah masuk kamar. Lagsung kaget ane, gak nyangka kamarnya gede banget kira2 30m persegi, ada kingsize bed (+selimut),  AC, sofa, meja rias, TV LCD 32", lemari baju. Kamar mandinya juga luas dengan WC duduk, wastafel dan shower. Disediakan sabun dan shampo tapi ga ada anduk.
Pintu masuknya ada 2 yaitu dari dalam Hotel dan pintu samping ke arah parkiran.
Di meja ada pemanas air, cangkir 2 buah berikut kopi, teh dan gula. Pokoknya mantap deh gan. Ga kecewa.
Gerbang Masuk Hotel Tiara Rex, Garut
Tampak Depan Hotel Tiara Rex, Garut
Lobby Hotel Tiara Rex, Garut
Lobby Hotel Tiara Rex, Garut

Lobby Hotel Tiara Rex, Garut
Kamar Hotel Tiara Rex, Garut

Kamar Hotel Tiara Rex, Garut
Pintu Samping Kamar Hotel Tiara Rex
Sofa Kamar Hotel Tiara Rex, Garut

Meja dan TV LCD Hotel TIara Rex, Garut

Kamar mandi Hotel TIara Rex, Garut


Restauran Hote Tiara Rex, Garut. (Tempat Ane Sarapan)


Meja Prasmanan Hotel Tiara Rex, Garut

Darajat Pass

Abis taro tas dan buka jaket ane langsung lompat ke kasur. Ngaso bentar, mandi, trus jalan lagi ke Darajat Pass.
Rencananya awal ane mau masuk Water Parknya dan mau mandi air panas. Cuma karena mepet ane cuma naik ke atas mau hunting foto bagus. (ngeles, padahal mau ngirit). Nyemplak Marbella, ane keluar Hotel belok kanan. Rutenya gampang, ngikutin GPS. Jalannya juga bagus, mulus dan muat 2 mobil. Hanya saja jalan terus naik tinggi dan kadang berliku, standar jalan gunung, kiri jurang kanan tebing atau sebaliknya. Marbella ga ada masalah naik, ga tau deh kalo ane naek bebek/matic 100cc trus boncengan. mesti ngeden dulu kali.
Pas berangkat ane merasa rada gerah. Tapi begitu nanjak tinggi, hawa dingin menembus jaket sama sarung tangan. Brrrr lebih dingin dari Talaga Bodas. Menjelang puncak, kabut tipis mulai turun. Sampai di parkiran Darajat Pass, kabut mulai menebal, ane buru-buru foto2, sayang tulisan Darajat Pass warna merah yg di tebing ga keliatan karena kabut.
Paling lama 10 menit di puncak, ane turun, sambil cari2 spot bagus.

OTW Darajat Pass, Garut

Pemandangan Menuju Darajat Pass, Garut
Marbella di Darajat Pass, Garut

Misty Mountain, OTW Darajat Pass

Kulineran??

Sampai kota lagi, mau cari makan malam yang enak. Cari2 di Internet, ga ketemu lokasinya/ga ada di Google Map. Ya udah ane jalan pelan2 aja cari2 makanan khas Garut. Ternyata susah juga ya. Adanya mie ayam, nasi/mie goreng/rebus, warung padang dan makanan2 umum lainnya. Emang soal kuliner Garut ga bisa dibandingin sama Bandung.
Akhirnya karena sebel ga dapet2, ane belokin Marbella ke warung tenda Sop Iga Sapi Juara. Murah cuma 10 ribu sama nasi jadi 13 ribu. Enak cuma porsinya aja kecil. Kalo di Jakarta mah paling murah 25 ribu kali. Kenyang dan anget.
Selesai makan masih penasaran, ane terus ngelewatin Hotel, ketemu tukang jus, beli jus alpukat. Trus ketemu tukang kue balok, katanya khas Garut. bentuknya kayak kue Pancong tapi ukurannya jumbo, makan 2 biji aja kenyang. Harganya 14000 10 biji. Ane tanya boleh beli 5 aja? Boleh katanya akangnya. Mayan lah dapat kue khas Garut,
Sampe Hotel, nonton tipi sambil makan kue balok dan minum jus alpukat, sedaap banget gan. Keasyikan nonton, tidurnya jam 1200.
Pemandangan Fave Hotel, Garut

Kue Balok dan Jus Alpukat, Pasangan Serasi

Pulang, Touring Garut-Jakarta

Jam 0545 ane dah bangun golak-golek sambil browsing, trus siap2 pulang. Ane mutusin untuk berangkat agak siangan, supaya kalo lewat Bandung ga terlalu macet. Sambil nunggu sarapan yang katanya ready jam 0715. Ane ke restoran jam 0730, buat sarapan. Restorannya bagus juga. Ada perangkat prasmanan. Ga nunggu lama ane sarapan ane datang, mayan, nasi goreng versi hotel. Voucher sarapan ada 2 lembar, buat yang datang berdua.
Sarapan Hotel Tiara Rex Garut

Sarapan Hotel Tiara Rex, Garut

Selesai makan, checkout jam 0840. Pake gear, cek oli dan caoooo, goodbye Garut.

Rute Pulang, Garut-Jakarta

Ga ada yang istemewa waktu pulang, kecuali di Nagrek ane sangat menikmati meliuk-liuk di jalan lebar. Mantap deh marbella. Bandung seperti biasa rada macet. Sempet berenti bentar di Cimahi buat minum jus melon. Berenti lagi di Citra Indah Jonggol istirahat 20 menitan, sambil makan roti,
Sampai rumah jam 1515. Waktu tempuh: 6 Jam 35 menit. Kalo ga istirahat 6 Jam 5 menit. Lebih cepat dari perkiraan Google Map yaitu 6 Jam 48 menit.
Pas sudah dekat rumah lampu indikator bensin Marbella nyala merah, tanda sudah dekat ke reserve/cadangan.

Loh kok dari berangkat sampai pulang ga isi bensin???? mungkin para pembaca bingung. Tapi bukan pembaca saja yang bingung. Ane juga bingung.
Kapasitas tangki bensin Pulsar 220F adalah 15 liter dengan 3,2 liter cadangan. Jadi tanpa cadangan kapasitasnya adalah 11.8 liter. Karena ane ga isi sampe bibir tangki, mungkin hanya 11 liter yang terpakai. Atau malah kurang.

Jarak ke Talaga Cibodas : 235 km
Jarak Pulang : 209 km
Total Jarak tempuh : 532 km (+ ke Darajat Pass PP dll)
Bensin terpakai 11 liter
Komsumsi BBM Marbella: 48,3 km/l. Fantastis

Rincian Biaya :
Hotel: Rp. 205.000
Bensin: 11x6550 = Rp. 71.500
Biaya tiket, parkir, ojek, dll : Rp.34.000
Biaya makan dan jajan: Rp. 7+11+6+3+13+7+8+5 = Rp. 60.000
Grand Total = Rp. 370.000

Yah begitulah sekelumit petualangan ane. Terimakasih telah menyimak.